Di Saat Jalan Terlihat Buntu

01 July 2026
Super Admin
Keluarga
56 views
Di Saat Jalan Terlihat Buntu

Pernah kusangka, langit telah menutup seluruh pintunya. Doa terasa menggantung, ikhtiar seakan kehilangan jalannya.

Amanah itu hanyalah sebuah rumah Qur'an sederhana. Kecil di mata manusia, namun begitu berat dipikul oleh pundak yang lemah. Berkali-kali hati bertanya, *"Sanggupkah aku meneruskannya?"* 

Di awal merintis, yang kumiliki hanyalah keyakinan, doa, dan harapan agar Allah tidak meninggalkan langkah ini.

Namun Allah memberi pelajaran dengan menyingkapkan hikmah yang selama ini tak mampu kulihat di balik segala kesulitan.
Bahwa pertolongan-Nya tidak selalu datang dari arah yang kita rencanakan, tetapi dari arah yang sama sekali tidak pernah kita bayangkan.

Saat langkah terasa sepi, Allah hadirkan sahabat-sahabat yang setia.
Mereka bukan sekadar menemani perjalanan,
tetapi menguatkan ketika langkah ini hampir menyerah.
Mereka mendoakan ketika aku tak lagi mampu berkata-kata.
Mereka tetap membersamai hingga hari ini,
dengan kesabaran yang mungkin tak akan mampu kubalas selain doa.

Di setiap kesulitan, Allah menghadirkan hamba-hamba pilihan. Satu demi satu pintu yang semula tampak tertutup mulai terbuka.

Ketika hampir berputus asa, Allah justru menunjukkan bahwa pertolongan-Nya baru saja dimulai.

Disaat ekonomi terasa sulit menghimpit, justru Allah hadirkan jalan kemudahan memiliki sebuah kendaraan roda empat menjadi wasilah mengabdi dijalanNya

Dan tak cukup disana, bahkan Allah memanggilku menjadi tamuNya untuk berumroh, ketika hal itu hanyalah angan yang bahkan baru sempat terucap dalam rencana  dan semua terjadi hanya dengan kemurahanNya semata.

Bukankah itu cukup menjadi bukti, bahwa Rabb yang memerintahkan kita bertawakal tidak pernah membiarkan hamba-Nya berjalan sendiri?

Betapa sering kita mengira jalan telah buntu, padahal Allah sedang menyiapkan jalan yang lebih indah. Betapa sering kita menangisi pintu yang tertutup, sementara Allah sedang membuka pintu lain yang belum pernah terlintas dalam benak kita.

 *Maka jangan tergesa-gesa berputus asa* .

Tetaplah berbaik sangka kepada Allah. Tetaplah melangkah, meski langkahmu gemetar, bekalmu terasa kurang, dan dunia berkata, " *Mustahil* ."

Sebab yang menguatkan bukan kemampuan kita, melainkan pertolongan Allah.

Kelak ketika menoleh ke belakang, kita akan tersenyum seraya berkata,

"Bukan aku yang mampu melewati semua ini, tetapi Allah yang menggenggam tanganku ketika aku hampir melepaskan segalanya."

 "Barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Dia akan mencukupkan (keperluannya)."
(QS. At-Talaq: 3)»

Semoga setiap kisah tentang pertolongan Allah menjadikan hati kita semakin yakin, bahwa tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Selama keikhlasan tetap dijaga dan tawakal terus dirawat, pertolongan-Nya akan datang pada waktu terbaik, melalui jalan yang tak pernah kita sangka.

 Alfakir 
_Abu Mutsyahiidan Al-Ghozi_

Bagikan Artikel:

Artikel Terkait

Dukung Program Kami

Setiap donasi Anda akan digunakan untuk program-program bermanfaat bagi umat

Donasi Sekarang
Notifikasi