JEJAK YANG MASIH TERTINGGAL

01 July 2026
Super Admin
Keluarga
64 views
JEJAK YANG MASIH TERTINGGAL

JEJAK YANG MASIH TERTINGGAL
(Goresan Kerinduan Seorang Murabbi)

Ada sunyi yang tak pernah benar-benar bisa dijelaskan.

Setelah langkah-langkah kecil itu tak lagi berlari di halaman,
setelah suara tilawah tak lagi saling bersahutan di setiap sudut rumah dan pelataran,
barulah kami mengerti...

Ternyata yang pergi bukan sekadar para santri,
melainkan serpihan-serpihan kebahagiaan yang pernah Allah titipkan.

Heran...

Padahal mereka bukan anak yang lahir dari rahim istriku,
bukan pula darah yang mengalir dalam tubuhku.

Namun entah mengapa,
mereka mampu mencuri hati kami,
lalu membawanya pergi bersama jejak-jejak langkah mereka.

Mungkin beginilah rasanya sebuah keluarga,
yang dipertemukan bukan karena nasab,
melainkan karena Al-Qur'an.

Dipersatukan bukan oleh ikatan darah,
tetapi oleh ayat-ayat Allah yang setiap hari kami baca, hafal, dan perjuangkan bersama.

Masih teringat tawa yang pernah memenuhi rumah ini.
Suara murajaah yang kadang terbata,
candaan sederhana di sela-sela belajar,
air mata saat dinasihati,
serta pelukan hangat ketika waktu memaksa kita untuk berpisah.

Kini, rumah ini masih tetap berdiri.

Namun ada ruang-ruang yang terasa kosong,
seolah masih menunggu kalian pulang sekadar untuk berkata,

 *"Abi... kami datang."* 

Wahai anak-anakku...

Di mana pun kaki kalian berpijak hari ini,
jangan pernah tinggalkan Al-Qur'an dan ilmu yang dahulu kita perjuangkan bersama.

Biarlah dunia menawarkan seribu jalan dan sejuta kesibukan,
tetapi semoga Allah senantiasa menuntun kalian ke jalan yang diridhai-Nya.

Jika kelak kalian menjadi orang yang berhasil,
jangan lupa untuk tetap menjadi hamba yang tawadhu'.

Jika Allah melapangkan rezeki kalian,
jangan lupa sisihkan sebagian darinya untuk menolong agama Allah,
sebagaimana dahulu kalian pernah tumbuh di bawah naungan perjuangan ini.

Dan jika suatu hari hidup terasa berat,
ingatlah bahwa selalu ada rumah yang pintunya terbuka untuk kalian.

Rumah yang dahulu menjadi saksi langkah-langkah kecil kalian,
tempat kalian pernah dianggap bukan sekadar murid,
melainkan anak-anak yang kami cintai karena Allah.

Setiap selesai shalat,
nama-nama kalian sering hadir dalam doa-doa kami.

Semoga Allah menjaga iman kalian,
mengokohkan langkah kalian di atas kebenaran,
melapangkan urusan kalian,
memberkahi keluarga yang kelak Allah anugerahkan kepada kalian,
serta menjadikan kalian ahli Al-Qur'an yang menghidupkan umat dan menjadi pembela agama-Nya.

Semoga kelak Allah mempertemukan kita kembali.
Jika bukan di dunia yang fana ini,
maka di surga-Nya yang abadi,
di tempat yang tidak lagi mengenal perpisahan.

Karena ternyata,
yang mengikat hati bukan hanya hubungan darah,
tetapi juga perjalanan panjang dalam ketaatan kepada Allah.

Allah telah menitipkan rasa sayang itu ke dalam hati kami,
melalui kebersamaan, perjuangan, nasihat, tangis, dan doa yang kita lalui bersama.
Dan cinta yang tumbuh karena Allah,
tak akan pernah benar-benar mengenal kata perpisahan.

— Alfakir Abu Mutsyahiidan Al-Ghozi

Bagikan Artikel:

Artikel Terkait

Dukung Program Kami

Setiap donasi Anda akan digunakan untuk program-program bermanfaat bagi umat

Donasi Sekarang
Notifikasi